Treasure


Sampai detik ini, setiap gue selesai chatting, telponan, ngobrol, bahkan ketika gue lagi ngelamun sambil leyeh-leyeh di kamar, gue selalu merasa serasa hati gue meleleh ketika inget betapa gue sangat beruntung dan diberkati, karena dikelilingi oleh orang-orang yang baik.

Keluarga.
Sahabat.
Teman-teman baru.
Kenalan baru.
Pembaca blog.
Follower Twitter.
Teman-teman kantor.
Semuanya.

Dari gue kecil, SMP, SMA, kuliah, kerja, dan bergaul di luar lingkaran itu, selalu ada orang-orang yang menjadi sahabat terdekat, bahkan ada yang kini kenal satu sama lain juga, walaupun tadinya beda circle.

Dan kebaikan mereka tulus banget. Sampai lo speechless. Sampai setiap lo selesai chatting/telponan/ngobrol/ngumpul sama mereka, lo selalu pulang dengan hati hangat.

Sampai ketika lo bepergian sendirian, mereka akan menyertakan doa dan well wishes, mengharapkan gue akan senang di perjalanan dan berangkat dan pulang dengan selamat.

Orang-orang yang menguatkan lo ketika lo sedih, menenangkan lo ketika lo panik, mengingatkan lo ketika lo salah, mendukung lo ketika takut, dan ikut seneng beneran ketika lo seneng.

Pertemanan itu seleksi alam, dan gue percaya, orang-orang mungkin akan datang dan pergi dalam hidup lo, orang-orang mungkin akan ada yang bikin lo kecewa, marah, dan sakit hati… tapi akan selalu ada juga mereka di lingkaran hidup lo yang jadi support group terkuat. Dan gue bersyukuuur banget, gue punya banyak teman-teman berhati emas yang walau tidak sempurna, tapi keberadaan mereka berharga banget.

A priceless treasure.

Dan serta merta semua orang yang bikin sakit hati, teman-teman yang (tetap) datang dan pergi ketika kita merasa sudah menjadi teman yang baik. Semua rasa kecewa itu… jadi debu.

Jadi luka gores yang sembuh sendiri dengan cepat.

Jadi halaman buku yang terlupakan.

Untuk semua orang baik hati yang sudah bersinggungan dengan hidup gue, dari mana pun kalian datang, terima kasih sudah menjadi teman yang baiiik sekali. Terima kasih sudah menjadi sahabat yang manis. Pahit-pahitnya hidup gue terbayar dengan adanya kalian, my priceless treasure.

Terima kasih untuk semua becandaan tolol, untuk ruang gue nangis, untuk gosip-gosip seru, untuk dukungan atas mimpi-mimpi gue, untuk surprise ulang tahun yang bahkan lebih dari sekali, untuk waktu dan telinga untuk mendengar, untuk selalu ada dan mengisi hari-hari gue.

Gue survive karena Tuhan terlalu baik udah ngasih kalian 🙂

10 comments

  1. oooh pantes kemarin lo gangguin sesi pijet gue sama TOP yang lo bbm dari taksi.

    KANGEN BANGET ya sama gue? Pan ntar juga kte ketemuuu…

    *ditabok*

  2. True..
    Gw yakin Tuhan mempersenjatai kita dengan orang2 terbaik saat memberikan masa sulit..
    It is our choice to not or to use those weapons…
    Thank you for reminding.
    *merindings

Leave a Reply to ana Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s