Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Bangkok Adventure Part 2 – Getting Touristy


Setelah melakukan penipisan kas negara dengan suka rela, hari ketiga kami lanjutkan dengan jadi turis tulen: mengunjungi tempat-tempat wisata wajib di Bangkok.

Lumpini Park

Sebelum mulai jalan-jalan, paginya gue sama Inu ngesot bentar ke taman kota terdekat, Lumpini Park, penasaran tamannya kayak apa. Nggak segimananya sih tamannya, tapi seneng aja ada ruang hijau, orang-orang bisa pada olahraga atau sekedar duduk-duduk. COBA BANDINGIN SAMA JEKARDAH! -_____-

Kelar dari Lumpini Park, kami balik ke hotel, mandi, sarapan, terus cabut lagi ke Grand Palace, setelah sebelumnya ke Vimanmek Mansion dan tau-tau tempatnya tutup. Yang harus diingat, semua museum di dunia kalau hari Senin tutup, catet!

The Grand Palace ini menurut gue WAJIB banget lo datengin kalo lagi ke Bangkok. Landmark Bangkok ini megah dan keren banget. Ibaratnya ke Mekkah kudu ke Ka’bah, kalo ke Bangkok kudu liat ini, and be amazed.

Biaya masuknya 400 Baht (sekitar 120,000 rupiah) dan dengan angka segitu dapet 2 tiket ke tempat wisata lainnya, salah satunya Vimanmek Mansion yang esok harinya gue kunjungin, dan satu lagi kalo nggak salah ke Temple of Emerald Buddha yang sayangnya sedang direnovasi (masih dalam komplek Grand Palace). Grand Palace ini adalah kompleks istana raja yang dibangun tahun 1782, tapi sejak tahun 1925 keluarga kerajaan nggak lagi tinggal di situ. Anyway, bling dari segala bling-bling ada di kompleks kerajaan ini. Bangunannya diliputin semacam kertas emas dengan pattern yang detail dan cantiiik banget. Curiganya jangan-jangan ada proyek Roro Jonggrang juga di Thailand, lah kok bisa bangun beginian. Kece berats.

Dan sebagai turis teladan yang ngehits, apalah guna jalan-jalan ke luar negri kalo tidak berfoto-foto ria. Saking senengnya foto-foto, kami juga menirukan gaya cetarrr para fashion blogger Indonesia meliputi pose runduk-runduk sakit perut, pose bibir kemeng, pose setengah kayang, pose kaki bangau, pose mata Leli Sagita, dan sebagainya. Ini salah satunya contohnya, sisanya nggak tega gue pajang πŸ˜†

Di taman kece deket Grand Palace

Maina, Inu, Pito, Dee, Sandy

Maina kayak lagi di video klip Reza yang “Pertama” yah, glesor-glesor di tembok πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜† Nah, pose runduk-runduk sakit perut itu dibawakan oleh Sandy. Nantikan gaya-gaya selanjutnya di foto yang nanti gue pajang πŸ˜†

Selesai keliling komplek Grand Palace yang lagi rame-ramenya sama pengunjung (padahal hari Senin, loh!), kami lanjut jalan kaki ke Wat Pho, tempat di mana patung Reclining Budha (The Sleeping Budha) berada. Kalo jalan kaki emang agak capek, cuma tempatnya masih di area wisata tadi, jadi sayang aja kalo naik kendaraan. Nah, kalo jalan kaki kalian akan nemuin banyak penjual makanan & minuman kayak sate-sate atau Thai tea gitu, mayan deh capek-capek tapi banyak makanan πŸ˜€ Di Wat Pho, sekali lagi kami kembali amazed karena keren sekali mamaaak! Oh ya, tiketnya murah kok, sekitar 50 Baht (15,000) kalo nggak salah, terus gratis air minum (tukerin tiketnya) πŸ˜€

*telapak kaki Budhanya gambar ini, dari mutiara*

*liat itu dua orang yang nemplok di tembok πŸ˜†*

Setelah Wat Pho, kami nyebrang ke Wat Arun naik Chao Praya Express. Nyebrangnya dari pasar ikan gitu… pas lewat situ, ada bapak-bapak bule yang kayaknya lagi kagum sama aroma ikan asin di pasar itu, sampe dia berhenti dulu terus menghirup dan membaui aroma ikan asinnya…

YAELAH, OM πŸ˜†

Om, situ kalo nggak mandi dua hari juga sama aja om baunya πŸ˜†

Tapi lucu aja sih, hal-hal ini yang gue suka dari traveling, you will ALWAYS find something to be laughed at, to be amazed at, to be cautious of, and so on and so forth… Hal yang buat kita biasa banget, semisal ikan asin tadi, jadi hal yang unik luar biasa buat kaum bule. Lucu, kan πŸ˜‰

Anyway, nyebrang ke Wat Arun pake Chao Phraya Express ternyata murah banget, cuma 3 Baht (Rp 1,000). Kalo kalian udah pernah ke Kalimantan dan mengarungi sungainya, kira-kira kayak gitu deh rasanya naik Chao Phraya Express… dan sungainya juga kotor-kotor juga gitu. Untuk nyebrang ke Wat Arun ini, sesuai nama jasanya, ternyata emang ekspres banget ya πŸ˜† Cuma 5 menit di jalan masa, secara tempatnya emang bener-bener sebrangan, gue pikir kudu ke manaaa gitu πŸ˜†

Wat Arun

Wat Arun ini semacam candi gitu, dan artinya “Temple of the Dawn”. Dikasih nama gitu karena setiap pagi hari (sunrise) cahaya matahari menimpa permukaan bangunannya dan refleksi warnanya kayak mutiara. Begitulah keterangan yang akik dapet dari Wikipedia. Anyway, masuk ke Wat Arun kemaren kalo nggak salah sekitar 40 Baht (Rp 12,000). Gue, Pito, dan Maina yang paling semangat ke sana untuk kembali foto-foto. Sayangnya tangganya curam banget, jadi kami ngeri naik sampe atas, jadi cuma 1/4 bangunan aja yang kami naiki, itu aja turunnya nggak pake kaki, tapi sambil duduk dan kemudian turun pelan-pelan dari undakan tangga, saking seremnya πŸ˜†

*potret fashion blogger masa kini πŸ˜†*

Nah, emang dasar kalo terlalu nasib terancam kena azab, lagi asik foto-foto di candi bertangga curam ini… hujan pun turun πŸ˜† ELAAAH! Nggak seneng banget sik orang lagi gaya-gayaan juga, kita ke Thailand kan jarang-jarang! πŸ˜†

Akhirnya setelah dari situ kami nyebrang sungai lagi dan menutup hari dengan kegiatan yang sama seperti kemarin: menipiskan kas negara masing-masing. Tujuan kali ini ke Platinum Fashion Mall, semacam versi modern dan adem dari Chatuchak Market. Jadi buat yang males panas-panasan, bisa langsung ke Platinum aja, harga mahalan dikit (tapi tetep aja jatuhnya murah), tapi belanjanya nyaman. Apakah kami tetap kalap? YA MENURUT NGANAAA?!

On our way to Platinum, rain started to fall…

*cek lapak eke di Bangkok*

Kalo ada sepatu flat warna-warna cuma 60ribuan, tas-tas kece kisaran 100rb-300rb, jam tangan lucu-lucu cuma 30ribu, dan kaos-kaos 60ribuan, menurut lo kudu dilewatkan atau nggak? πŸ˜† *pertanyaan setres*

Setelah merusak dompet di Platinum, kami jalan kaki ke stasiun BTS (train) untuk kembali ke hotel. Nah, di sepanjang jalan ketika jalan kaki juga banyak tukang jualan yang murah-murah gitu! INI NEGARA APAAN SIH KOK BANYAK GODAAN?! Temen-temen gue yang lain beli sendal dan casing iPhone, sementara terhenti di stall yang jual anting. Gue langsung beli delapan pasang begitu tau harga satu antingnya cuma… 20 Baht (6,000 ribu rupiah). Delapan anting nggak sampe IDR 50,000. EPIC! πŸ˜†

Oh, yang suka makan duren, duren monthong pinggir jalan juga juara dunia enak dan murahnya (gue nggak makan sih, tapi menurut temen-temen gue gituuuh).

Sampe di hotel kami mandi, leyeh-leyeh, terus beberapa keluar cari makan sambil jalan-jalan. Kami jalan ke Patpong yang deket banget sama hotel. Jangan belanja di Patpong Night Bazaarnya ya… soalnya harganya dimark-up gila-gilaan gitu mentang-mentang lo turis. Udah paling bener belanja di tempat yang gue bilang, deh πŸ˜‰ Terus hati-hati juga di sekitaran PatPong karena suka banyak orang yang nyuruh cenderung maksa kalian nonton sex show di bar-bar sekitar situ, bilangnya kita cuma akan bayar minum aja, begitu kalian udah masuk dan acara selesai chargenya bisa berkali-kali lipat bahkan bisa ribuan Baht. Kasus penipuan kayak gini udah sering banget, bahkan sampe ada peringatannya di hostel tempat kami nginap. Selain kasus penipuan di PatPong itu, ada juga kasus penipuan yang cukup sering, kalian biasanya suka digiring untuk beli giok yang katanya kalo di jual lagi di negara asal bisa untung besar, pihak yang bekerja sama untuk nipu ini biasanya supir tuk-tuk (belagak nggak bisa bahasa Inggris), terus orang yang berpenampilan kayak kaum profesional (bisa bahasa Inggris) dan super ramah gitu sama lo sampe lo jadi simpati. Anyway, ini yang gue baca di peringatan hostel, nggak tau kejadian persisnya gimana, tapi hati-hati aja kalau kalian ke sana.

Ya udah itu cerita gue di hari ketiga, tinggal satu hari lagi! See you on the next post! πŸ˜‰

Advertisements

6 comments on “Bangkok Adventure Part 2 – Getting Touristy

  1. |nic|
    October 22, 2012

    kayakna nenek2 yg jual tiket perahu chao praya masih sama kaya tahun lalu aku ksana deh πŸ˜€

  2. wisnude
    October 22, 2012

    Aku rindu durennyaaaa :(((

  3. pepito
    October 23, 2012

    KENAPA FOTO MELIUK AKIK DIPASANG YAMASYAALLOOOHH HAHAAHHAHAHA

  4. Maria
    October 23, 2012

    Neng,aslinya dari Bangkok ya? percisss banget sm orang sana…apalagi pas pake kaos biru nyandar di jembatan.

  5. dede
    January 6, 2013

    sis, mau ambil foto u/ di blog boleeee ? ? ?

    • Teppy
      January 6, 2013

      iya silakan pake aja, tapi cantumin sumbernya dari blog ini ya πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on October 22, 2012 by in Jalan-Jalan, Photography, Rekomendasi, Review, Seru-seruan, The Nyinyirs, Traveling.

Archives

Blog Stats

  • 2,354,068 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7,028 other followers

Follow Teppy and Her Other Sides on WordPress.com

Follow me on Twitter

Instagram

2017 marks the 9th year of my corporate career pursuit, and the past 2+ years with #aCommerce have got to be the most dynamic phase of my journey so far. With all its upsides and downsides, this one offers another spectrum of challenge and level of speed, to which it makes every break and #travel I took so rewarding. It has been a fun ride.

Here's to leveling up both my personal and professional game πŸ’ͺ(and for aCommerce too!) Earlier today: Made a quick stop before going up to my office floor.

#teppyscoffeeshoplist #bangkok #bkk #Thailand #cafeyouneed #coffeeshopoftheworld #coffeeshopvibes #coffee #coldbrew #roastbkk #coffeeshopcorners #Friday nite #coffee β˜•

#teppyscoffeeshoplist #bangkok #bkk #thailand #cafeyouneed #coffeeshopoftheworld #coffeeshopcorners #coffeetime  #koffietijd #coffeeshopvibes finally hitting the end of work week. yayers. #TGIF Warehouse inspection. πŸ¦„
Got to check out our 20,000 sqm mega fulfillment center today. πŸ‘―

#Bangkok #bkk #thailand #werk Comms crew dinner πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™Œ #aTeam #aCommerce
%d bloggers like this: