Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Adhitia Sofyan’s Gig


Selama diri masih tinggal di pusat kota Jakarta, rasanya kebangetan kalo gue nggak ngejar live show musisi favorit gue begitu tau mereka bakal manggung di lokasi yang nggak begitu jauh.

Maka tanggal 20 Juni lalu, dengan niatnya kelar ngantor gue langsung meluncur di atas ojek buat ngejar shownya πŸ˜†

Shownya bertempat di [at]demajors di Jl. Gandaria 1 No. 57A, semacam toko CD yang memasarkan album penyanyi/band indie di bawah naungan manajemennya dan juga kayak tempat gig kecil gitu… Minimalis gitu interiornya, apa belom kelar di”dandanin” mungkin…

Anyway, gue sampe jam 6 teng sesuai pengumuman di Twitter dan jadi pengisi buku tamu pertama πŸ˜† Masih sepi, jadi gue liat-liat CD aja deh, sambil bawa ransel gue yang segede dosa itu -_- Menjelang jam 7, show akhirnya dimulai. Acaranya emang diset santai dan intimate banget. Di sesi awal Adhit ngajarin tab lagu-lagunya ke beberapa tamu yang berminat untuk bisa mainin lagunya, jadi kayak kursus kilat gitu. Sementara kami sisanya, menanti dengan sabar, ngemper di belakang πŸ˜†

Kemudian mulailah Adhitia Sofyan nyanyi πŸ˜€ Emang laid back ya gaya nyanyinya, gue berasa kayak lagi leyeh-leyeh di kamar abis pulang kerja sambil dengerin lagu-lagu di iPod dari speaker (ritual pulang kantor gue), bedanya, kali ini penyanyinya macem keluar dari iPod terus nyanyi live buat lo. *kok visualisasinya agak serem ya :lol:*

Ya gitu deh. Intinya, musiknya menenangkan sekali dan bikin kita rileks cenderung ngantuk saking ayemnya… Tapi tentu saja gue nggak tiba-tiba langsung glesoran di tempat itu dong. Gue malah berlagak semi reporter.

Jadi setiap masuk ke lagu-lagu yang akan dinyanyikan, Adhit akan cerita dulu asal muasal lagunya. Seru sih ada sharing session kayak gitu, yang nonton jadinya nggak sekedar ngefans “buta” karena lagu-lagu penggalauannya, tapi jadi knowledgeable juga sama proses di balik pembuatan lagunya. Dan justru makin kagum sih gue setelah mendengar cerita-cerita si Adhitia Sofyan. Saking nggak mau terlewatkan, sampe gue catet ceritanya di BB setiap dia lagi ngomong #jiwanotulis

Berikut cerita yang sempet gue catet dan gue inget-inget. Moga-moga nggak salah denger gue waktu itu.

*set list malem itu*

Adhitia Sofyan mulai belajar main gitar dari umur 14 tahun pas dia tinggal di Solo. Dia mulai terinspirasi waktu denger lagunya Michael Jackson yang “Black & White” kalo nggak salah. Sebelum akhirnya mulai rekaman di tahun 2008, Adhitia suka ikutan suatu program di radio Prambors yang mempersilahkan para pemusik indie untuk gonjreng dan mengudara.

Nah, semua musiknya ini emang direkam di kamarnya yang terletak di lantai 14 suatu apartemen di Jakarta sini. Karena rekamannya di rumah sendiri, maka rekamannya selalu dilakukan malem hari saat yang lain udah pada tidur, AC pake dimatiin pun, supaya nggak jadi noise di lagu. Dan lagu-lagu penggalauan menyayat hati yang kalian dengarkan selama ini itu nggak pernah direkam sekali jalan. Satu, karena rekaman malem-malem, kadang kan suka ada suara kendaraan di jalan, jadi akan ganggu rekaman kalo udah sepenuh hati nyenyong dari awal tau-tau ada motor 2 tak lewat. Rusak sudah momen “Adelaide Sky” yang sendu dan sering bikin gue ngelamun itu kalo tiba-tiba ada suara ra-tak-tak-tak di tengah-tengah petikan gitar sang penyanyi.

Maka itu, bang Adhit (ikrib, Tep?) pun merekam lagunya sepotong-sepotong dan kemudian nanti dijadiin satu. Selain menghindari suara-suara yang mengganggu, kalo ada kesalahan, ngulangnya nggak sakit ati kudu dari awal lagi.

Pertanyaan selanjutnya, dari manakah inspirasi menulis datang? Bagaimanakah metode Adhitia dalam menulis lagu? Jawabannya, biasanya Adhit akan nemu chord dan melodi yang asik dulu, baru lirik nyusul belakangan. Kalo melodi udah jadi, baru sibuk deh mikir mau masukin kata-kata apa. Bisa juga kadang dia kepikiran satu kalimat di kepala out of nowhere, kayak lagu “Dear Soft Baked Chocolate Chip Cookie, I Love You.” Pokoknya dia mau kata-kata itu ada di lagunya, lalu ubek-ubek bank lagu (stock melodi yang udah jadi tapi belum ada liriknya), terus masukin kata-katanya, dan jadilah sebuah lagu berjudul kayak gitu.

On an irrelevant note, best soft baked cookies so far only comes from Mrs. Fields, methinks πŸ˜†

Catet tuh, yang pada doyan makan :p

Lanjut, untuk beberapa lagu lain gue juga sempet inget sejarah penulisannya. Kayak lagu “Number One” yang liriknya manis sekali itu, itu ditulis ketika istrinya abis ngelahirin anak pertama mereka dan merasa rada insecure sama penampilannya (ya namanya juga baru ngelahirin), padahal buat Adhit sang suami, “Lo tuh nggak usah ribet, nggak usah pusing sama penampilan lo, whatever happens, you’re already my number one.

*kemudian meleleh*

Terus kalo lagu kebangsaan manusia galau model gue ini, “Adelaide Sky”, itu inspirasinya dateng dari kisah Adhit sendiri yang dulu sempet kuliah di Sydney dan nggak punya begitu banyak temen sehingga sering kesepian. Entah ada cerita cinta di dalamnya atau nggak, gue nggak tau, karena nggak dijelasin lebih lanjut. Tapi bisa dimengerti sih, ibaratnya lo kesepian di negara orang, akik sih mungkin juga berujung ngeliatin langit dan ngelamun.

Lagu ini juga yang dulu gue kasih ke si pirang… lalu isi lagunya jadi kenyataan. *nangis*

Oh, dan kenapa tinggalnya di Sydney tapi judulnya Adelaide? Itu cuma Adhitnya aja yang minjem nama kotanya untuk dimasukin ke lagu, pemenggalan katanya pas dinyanyiin lebih enak kayaknya yah.

Ini penyanyinya sape, yang sotoy sape.

πŸ˜†

Pun dengan lagu-lagu lainnya seperti “After the Rain” yang terinspirasi dari kesukaan si penyanyi akan bau hujan. Andai aja bau hujan itu bisa dibotolin terus dijadiin parfum. Gitu deh ibaratnya. Atau di The Stalker” yang nyeritain kita-kita jaman sekarang nih, yang kalo naksir tinggal ceki-ceki Facebook dan Twitter gebetan yang bersangkutan :lol” NGAKU! πŸ˜† Atau ada juga lagu “September” yang ditulis karena terinspirasi dari pengalaman Adhitia yang sangat berkesan waktu manggung di Jepang bulan September tahun lalu.

Banyak ceritanya sih di balik masing-masing lagu. Gue pun kalo nulis puisi suka gara-gara kepikiran apa gitu, atau justru tiba-tiba satu kalimat muncul dan somehow gue “kekeuh” kalimat itu harus ada dalam puisi gue, mau kayak apa entar ngarangnya.

…ya kagak ada yang nanya juga sih, Tep πŸ˜†

Anyway, di show kemarin Adhit tampil dengan full band, untuk variasi katanya, karena dia sadar musiknya dia adalah musik “ngantuk”, kalo akustikan sorangan doang entar ngantuk beneran, jadi dibuatlah formasi band biar lebih “hidup.” Dan tentu saja bandnya bagus πŸ˜€ Mungkin karena mereka manggung di ruang indoor yang sempit, jadinya sependengeran gue, gedean suara bandnya daripada suara micnya Adhitia. Entah bener apa entah gue yang bolot, tapi gitu deh jatuhnya.

Regardless, gue seneng banget hari itu bisa kesampean nonton live shownya, setelah ngikutin musiknya dari jaman film “Kambing Jantan” dulu πŸ˜€ Dan gue akan selalu kagum sama kemampuan Adhitia merangkai melodi dan menulis lagu-lagu “poetic” yang maniiis tapi nggak cheesy. Ini juga dulu nilai kesenian, Bahasa Inggris, sama Bahasa Indonesia di sekolahnya bagus deh pasti πŸ˜†

Buat yang belom pernah dengerin musiknya, sebelum gue label kalian KEBANGETAN, mendingan cek bebicek dulu di websitenya: www.adhitiasofyan.wordpress.com, dari link untuk download album-albumnya, lirik lagu, sampe guitar lesson juga ada.

Kalo mau beli CDnya bisa dateng ke [at] Demajors tadi atau bisa liat di web mereka juga di http://www.demajors.com/

Btw, Demajors yang budiman, mohon gedekanlah daya AC Anda, panas bener ceu kemaren pas nonton πŸ˜†

And to Adhitia Sofyan, please continue making good music! I’m truly a fan πŸ˜€

Advertisements

7 comments on “Adhitia Sofyan’s Gig

  1. Andy William
    June 28, 2012

    dan tempat saya magang adalah kantor kepunyaan dia dan keluarga gitu loh kemaren.. fufufu…

  2. khansa
    June 28, 2012

    Mba Teppy.. slam kenal ya.. selama ini jd silent reader aja.. ga nahan buat komen.. emang adhitia sofyan ini keren banget.. notulennya lengkap, jempolan deh mba Tep.. πŸ˜‰

    • Teppy
      June 28, 2012

      terima kasih neeeng :D, salam kenal juga πŸ˜€ jangan silent-silent atuh πŸ˜‰

  3. Agung
    July 5, 2012

    mbak, ini ttg jadwal next perform’nya Adhitia Sofyan. krn aku di Mlg dan ga (bakal) mgkn ke Jkt jd tak kasih tau aja ke kamu biar tau :). alesannya biar mau dateng dan sudi ngepostingin lg ‘jalan’nya acara kyk yg postingan ini :)) http://adhitiasofyan.wordpress.com/2012/07/02/next-jakarta-gig-thursday-5-july/

    • Teppy
      July 5, 2012

      ahahahaha, iya aku tau soal yang hari ini, tapi kayaknya gak bisa dateng 😦

    • Teppy
      July 5, 2012

      eh, jadi deng ke sana πŸ˜€ entar gue liput yaaa

  4. agung
    July 5, 2012

    siip!, makasih :). ditungguu ya . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 28, 2012 by in Music, Teppy's Fave and tagged .

Archives

Blog Stats

  • 2,211,532 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 6,709 other followers

Follow Teppy and Her Other Sides on WordPress.com

Follow me on Twitter

Instagram

The famous independent English-language #bookstore in #Paris that has been featured in films such as #BeforeSunset, #Julie&Julia, and #MidnightinParis. It is located at Paris' Left Bank (La Rive Gauche), opposite of #NotreDame (so it'd be easy to find πŸ˜‰). The bookstore was originally founded by Sylvia Beach (American) in 1919 where both leading French writers and expat writers at the time used to gather (including #Hemingway and #Fitzgerald!). It was then closed in 1941 due to German occupation. In 1951, an #American named George Whitman opened a bookstore called "Le Mistral" and renamed it to "Shakespeare and Company" in 1964 to pay tribute to Sylvia Beach. He even named his only child Sylvia too, who in 2006, was appointed to take charge of the place.

That's a lot of #history right there, but I'm always fond to know how a certain place can stand still and be fully operative until today after sooo long. Anyways, these pictures are from 2013. In 2015 they opened a #cafe just right next door! A bookstore and a cafe altogether, what more can you ask for 😍 Definitely one of the places I gotta go back to. ❀

#LiveAwesome #LiveMoreSociety #DBSxKartupos #travel #visitparis #france #visitfrance #eurotrip #travelgram #instatravel #shakespeareandco #shakespeareandcompany #bookshop #traveling #journey #wanderlust #instatrip #instagood @dbsbankid @kartuposinsta Sebuah pose standar di sebuah spot super #mainstream di depan sebuah papan iklan #Glico yang legendaris. 
Why does this #glicoman billboard seem like such a big deal? Ternyata papan iklan ini udah dipasang sejak tahun 1935! Segitu lamanya sampe udah jadi #icon-nya #Osaka, jadi semacam nggak sah kalo nggak foto di sini. πŸ™ƒ Gambar pelari yang ini adalah instalasi ke-6 dan instalasi pertama dalam 82 tahun yang pake lampu LED (140,000 lampu LED!). Instalasi ini dipasang di tahun 2014, 16 tahun setelah instalasi ke-5 dilakukan di tahun 1998. Lima instalasi sebelumnya masih pake lampu neon. 
By the way, satu hal yg gue sadari, #traveling jadi salah satu cara untuk gue belajar/mengetahui banyak pengetahuan umum... setelah mengunjungi tempatnya. Biasanya kalo mau jalan-jalan gue nggak pernah cari tau terlalu banyak soal tempat yg mau gue datengin sih (efek menua, 3 tahun terakhir ini niat riset sblm berangkat berkurang, liat ntar aja pas udah sampe 🀣🀣🀣). Gue jg jarang ikutan tur setempat, paling cuma browsing-browsing sekilas (ada temen gue yg kebalikan gue, semua dibaca dan dicari tahu sebelum berangkat). Kalo gue biasanya setelah ngeliat/dateng ke tempatnya langsung, baru kemudian nyari tau/baca lebih banyak dari #internet. Semacam nyocokin apa yg udah gue liat sebelumnya sama informasi yg gue temukan #online.

Either way, I love that traveling allows me to learn and #discover so many things. This usually helps when we're socializing in daily lives 'cuz we'll have so many stuff to talk/exchange about πŸ™Œ

#LiveSmart #LiveWell #LiveAwesome #LiveMoreSociety #DBSxKartupos #travel #visitjapan #japan #visitosaka #dotonburi #travelgram #instatravel @dbsbankid @kartuposinsta Kenjen.

#osaka #japan my bebe chanelling me: thinking of what to do this #Sunday. (actually, I have a lot of stuff to do, but zero will power 🀣🀣🀣) A #landmark so iconic it's worth romanticizing about. 😍

I hopped off my friend's car and snapped this #view right before we walked into the main complex. It was almost dark but I got some #sunset "leftover" which made it perfect, 'cause I always love purplish #sky. Not long after it went dark and the tower lit up. So I thought... why not chill for a bit, albeit turned out it was more like "chillin' in a chilly weather" 🀣

Oh, in case you ever wonder (like me) on how #iconic this tower can get, #Wikipedia even has its own #section called "Eiffel Tower in Popular Culture" that list down all the #films that have made Eiffel (named after engineer Gustave Eiffel whose #company designed and built the tower in 1887) part of their #scenes... from any kind of plots! 
#LiveAwesome #LiveMoreSociety #DBSxKartupos #travel #traveling #travelgram #instatravel #Paris #eiffel #eiffeltower #france #gustaveeiffel #visitfrance #visitparis #instagood #eurotrip #springtime #2013  @dbsbankid @kartuposinsta Sore-sore β˜•β˜•β˜•
#teppyscoffeeshoplist 
#coffeeshop #coffeetime #coffee #coffeeplace #cafeyouneed #coffeeshopcorner #coffeeshopoftheworld
%d bloggers like this: