Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Kuliah de Jahiliyah


Gara-gara kemaren ngobrol bareng adek gue yang cowok yang baru masuk asrama, gue jadi keingetan cerita-cerita Enid Blyton favorit gue yang beberapa di antaranya nyeritain kehidupan sekolah + asrama khusus cewek.

Kalo baca ceritanya, rasanya pengen banget ngerasain juga. Kebayang serunya πŸ™‚ Sayangnya, sekolah dan kampus gue nggak ada asramanya.

However, I guess stories of bunch of girls gathered in one room for years, though it may be not the same, could at least come close to my dormitory fantasy life.

Jadi yah alkisah saya ini memilih STIKOM LSPR alias The London School of Public Relations – Jakarta. Kampus gue ini nggak kayak kampus biasa kalau menurut gue. Kampus yang sekarang tuh suasananya kayak rumah yang gede banget gitu, dan dibangunnya di lokasi bisnis… Dulu sih gue denger alasannya karena supaya mahasiswa-mahasiswanya terbiasa sama lingkungan bisnis. Nah, kampus saya tercinta ini adalah tempat yang sangat salah apabila dijadikan tujuan untuk mencari pacar CEWEK SEMUA BOK ISINYAAAA!

Walaupun sempet terpukul di awal-awal *apa sih*, tapi justru ini yang jadi highlight masa perkuliahan gue selama 4 tahun πŸ˜€

Oh, dan sebenernya sekarang nggak seekstrim itu kok teman-teman, cowok-cowoknya juga udah mulai banyak.

Okay, setahun pertama (2005 – 2006) sebelum penjurusan gue ditempatin di kelas 6A. Dengan jam kuliah yang sangat membahagiakan yaitu dari jam 9 pagi sampai 12.30, Senin sampai Kamis aja, dan temen-temen sekelas yang rame, gue seneng banget dah kuliah…

Setahun kemudian waktu masuk penjurusan Public Relations, gue kebagian kelas 9-2C. Kalo nggak salah inget, jumlah anak sekelas gue waktu itu sekitar 40 orang, dengan komposisi 39 perempuan, dan 1 orang laki-laki. Gue nggak tahu mesti bahagia apa sedih sama fakta tersebut. Kalo lakinya sih gue yakin hepi-hepi aja, mwehehehe…

Dan dimulailah perjalanan sekelas 3 tahun…

Kita yang nggak sabaran banget nunggu kelas Psikologi karena dosennya asik berat…

Kita yang keliaran di Monas sekelas ngerjain tugas fotografi dan kebanyakan berujung jadi foto-foto sendiri…

Kita yang nggak pernah melewatkan gosipan barang sedikitpun…

Kita yang suka bisik-bisik ngebanyol dengan celetukan-celetukan nggak penting…

Kita yang minta diramal sama salah satu dosen yang bisa “ngebaca” orang…

Kita yang saling ngedukung satu sama lain perform di depan kelas…

Kita yang sibuk bikin kisi-kisi saban kali mau ujian…

Kita yang sibuk curcooooool melulu tiap ada kesempatan, padahal kasusnya udah 6 bulan, tetep aja yang dicurhatin hal yang sama, mwahahahaha…

Kita yang sok-sok mau kasih surprise buat dosen itu, udah meringkuk semua di balik kursi, TAUNYA LAMPU LUPA DIMATIIN DAN TUH DOSEN KEBURU MASUK. Jiyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh…

Oh, dan tentunya kita yang bareng-bareng ngerjain workshop + seminar + bazaar dengan berdarah-darah (untungnya kebayar karena ngundang Afgan ya bok, hihihi).

Temen-temen sekelas gue yang jago ngelawak, yang cablak, yang anteng dan bisa jadi pendengar yang baik, yang heboh, yang suka dandan, yang ringkes praktis tegas, yang haluuuus banget, yang supportive, temen-temen gue yang berwarna banget yang bikin hidup perkuliahan gue jadi sangat menyenangkan πŸ˜€

Satu hal yang gue nggak bakalan lupa…

Waktu lagi nyari oleh-oleh cokelat di Belanda buat semua temen sekelas, temen gueΒ  yang di situ nanya, itu gue nyari buat apaan… Waktu gue jawab, dia heran gitu, soalnya kelas di kampusnya di situ katanya amat sangat individualis, kagak ada yang ikrib, jadi boro-boro sharing ini itu…Β  Gue cuma senyum aja dengernya dan sekaligus bersyukur, ya abis gimana ya bok kalo di sini kan budayanya “rame” gitu… Apa mungkin karena di kelas gue lingkupnya kayak ruang kursus, tiap hari ketemu, jadinya akrab semua…

Gue nggak bakal lupain hari itu, soalnya gue inget sebelum gue cabut ke Belanda, walaupun cuma dua minggu, semua temen-temen gue literally nyalamin satu-satu and saying their well wishes, malah ada yang sms segala pas gue udah deket airport macam gue mau cabut bertahun-tahun… Jadilah saya terharuuuuu… MAKASIH YAH 9-2C!

Dan nggak lupa, kalau tahun 2006 lalu gue nggak ditempatin di kelas itu, nggak mungkin gue bisa ketemu sama sahabat-sahabat HOBAH gue yang udah kayak keluarga πŸ˜€

Kerja kelompok bareng, gila-gilaan bareng, curcol bareng, digantungin bareng *loh?*, semuanya bareng… Sampai sekarang semua udah mulai berkarier masing-masing, udah ada yang kawin juga yaitu ibu ChaCha, ada yang malah sempet sekantor ama gue (peluk Tari), ada mantan Ibu Guru, Ardel, yang tegas abis yang sekarang kariernya lagi nanjak-nanjaknya, dan ada abegong kesayangan kami ibu Cincul Marincul…

Dan gue si bongsor tukang bawa tas gede ke mana-mana…

AILAPYU DAH POKOKNYA GADIS-GADIS LONDON SCHOOL!

Semoga kita semua cepet reunian lagi yaaaaaaaaaaaa!

Dan semoga karier kita semuaΒ  makin ciamik. Amen! πŸ˜€


-spot the guy!-


HOBAH:

-Teppy, Tari, ChaCha, Shinta, Ardel-


Toedels!


Advertisements

4 comments on “Kuliah de Jahiliyah

  1. Taradise
    September 18, 2010

    sepertinya melihat penampakan dua orang teman saya yang bernama Hanifa & Anin, hmm bener ya?

  2. morishige
    September 24, 2010

    wah… beruntung amat cowok yang sekelas sama situ.
    di tempat saya batangan semua… hiks hiks hiks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 17, 2010 by in Bestie, HOBAH, Life.

Archives

Blog Stats

  • 2,196,616 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 6,630 other followers

Follow Teppy and Her Other Sides on WordPress.com

Follow me on Twitter

Instagram

"I'm holding on... Why is everything so heavy?" What is Linkin Park without your voice? Rest in peace, my teenage idol. πŸ’” #RIPChester Highlights from #LINEConcert2017 PressCon last night, introducing #MusikAsikCaraLINE. Follow official acc mereka di #LINE: Line Concert, dan tungguin #LINEConcert di kotamu πŸ˜ƒ Konser pertama akan diadakan 8 Sept nanti di #Surabaya dg line up @isyanasarasvati, @glennfredly309, @tulusm, & @sheilaon7. More artists and cities will be announced soon πŸ‘Š
PS. Thank you for the super cute merchandises, @line.indo! ❀❀❀ #LINEConcertxSurabaya "Meet (10) Solo Female Travelers" on CLEO Indonesia July 2017 - CLEO Travel Guide ❀😊 Thank you, @cleo_ind! #CLEO #cleoindonesia #travel Kalo denger kata #LiveWell (yg jg salah satu pilar @dbsbankid), gue jd inget, sampe skrg setiap lagi penat/stress, gue selalu berkhayal untuk terbang ke tempat di mana sahabat gue tinggal: Balian, Tabanan, Bali Barat, sekitar 2 jam dari Denpasar. Rumahnya menghadap tebing dan laut, nyambung dg garis pantai Balian, salah satu pantai berpasir hitam yg jd tujuan para surfer dunia di #Bali. Biasanya kalo lagi di sini gue menyempatkan untuk lari pagi/sore, jalan sore sambil dengerin musik dan nungguin sunset, duduk ngelamun ngeliatin laut atau ngobrol ngalor ngidul sama sahabat gue. Serasa milik pribadi karena pantainya nggak begitu rame. And the sunset is just majestic. 2-3 hari menyepi di sini udah cukup banget, langsung refreshed :D Foto dan video ini diambil Juni 2015 lalu, waktu sahabat gue nikah di sini. 😍 #LiveMoreSociety #DBSxKartupos #travel an affirmation. #rupikaur Where to find mie ayam and a dragon in #Adelaide: a visual guideline. 
#australia
%d bloggers like this: