Teppy and Her Other Sides

Eat well, live well, and be merry!

Because I Don’t Understand Politics, I Talk About This


Barusan gue baca timeline twitter seorang penulis skrip sinetron… Walaupun di luar bacaan ini gue pernah denger beberapa cerita “behind the scene”-nya para kru sinetron ini, baca timeline si penulis ini bikin gue tambah ngerti hustle bustle belakang layar dan betapa ngeheknya dunia persinetronan Endonesah! No wonder kan kita semua kebanyakan pada eneg sama ceritanya…

Bukan penulis yang harus disalahin (dan menurut gue si penulis-penulis naskah juga gak gila-gila amat ye sampe harus nulis cerita yang nyeleneh dan nggak masuk akal) tapi… PRODUSERNYA LAH MBOK YAO!!! *setres*

Kalau ada yang ngikutin blog gue dari jaman blogdrive dulu, pasti tau kan seberapa seringnya gue nyela sinetron yang ceritanya ANEH BANGET?

Herannya kebanyakan penontonnya suka (banget) sehingga ratingnya jadi tinggi. Makin tinggi ratingnya, makin menjadi-jadi ceritanya -_________-

All and all it relates to profit. Makin tinggi rating, makin banyak iklan, makin panjang dah tuh sinetron (dan kadang-kadang tokoh yang udah mati tau-tau idup lagi atau punya saudara kembar terpisah yang baru ketemu. YA OLOHHHH).

Keliatan kan polanya? Kalau dengan cerita yang nyeleneh, sistem kejar tayang, dan cara-cara instan si produser dapat keuntungan banyak, most likely pola sinetron yang bakal dia buat ya kayak gitu terus dah tuh… DAN BANYAK YANG NGIKUT.


MAU JADI APAAAAAAAAA?

*nangis*


Kenapa gue sewot banget soal sinetron kita? Ya abis tragis aja menurut gue betapa gue sangat memuja serial-serial TV luar kayak Grey’s Anatomy dan sebagainya, tapi hal yang sama nggak gue dapetin di serial TV nasional. Rasanya kok ya agak-agak mustahil kalau sekarang ini gue ngarep ada sinetron yang ceritanya “well-tailored” banget, yang digarap season per season dengan niatnya dan bikin kita semua nunggu-nunggu dan penasaran, yang bikin kita kagum sama tokoh-tokohnya. Kalau gue nyebut season tolong jangan berani-berani sebutkan Cinta Fitri di sini ya! #emosih #sambitpakecangkul

Kalaupun alasannya karena audience yang nonton pendidikannya rendah sehingga kalau mau bikin yang agak “tinggi” takutnya “nggak nyampe” di mereka, kan bisa bikin yang ringan-ringan aja tapi lucu, mendidik, atau drama dah terserah, tapi drama pada porsinya, bukan drama dikit-dikit nangis, dikit-dikit digebuk, dikit-dikit disirem air panas -_______-

Gue rasa masyarakat kita bisa kok pelan-pelan dididik, apalagi “ngedidik”
nya lewat media audiovisual yang gampang ngasih pengaruh ke penontonnya. Sayang aje ye yang PH yang satu dengan yang lain tuh saing-saingan dapet duit paling gede (yaiyalah), coba gitu yah (gue ngayal nih), kalau saja mereka nggak profit oriented banget, tapi duduk sama-sama di asosiasi mereka kek (PARSI or whatever) untuk nentuin “path” atau pola penyinetronan kita biar keren kayak serial-serial luar, dari yang lucu, ringan, kriminal, dan sebagainya… Mau yang ceritanya simple juga gak papa yang penting niat. Kalaupun masyarakatnya yang belum siap, justru kesempatan bagus kan buat pelan-pelan ngenalin sinetron-sinetron yang edukatif?


Maafkeun gue kedengerannya sotoy banget gitu yah (kalo ada orang-orang sinetron atau PH yang baca punten), cuma pendapat dan pemikiran orang awam. Sedih aja soalnya banyak orang-orang yang beralih ke TV Cable, koleksi TV series dari luar (yang Barat maupun yang Asia) dan benci abis sama sinetron plus punya stigma yang buruk soal film Indonesia (mungkinnggak semua orang, tapi ada stereotype bahwa film Indonesia itu pasti jelek, jadi nonton film internasional aja).

All in all, buat para produser yang udah selangkah lebih maju cara pikirnya: salut!

Dan salut juga buat semua kru di belakang layar (khususnya penulis-penulisnya yang SANGAT TAHAN BANTING!) *bow down*

Buat produser aliran instan… Well, kalau ada banyak pihak yang nyela hasil produksi lo dan tuh sinetron teteeeep aja ada, yah udah jelas dah mana yang produser itu pilih: jalur instan demi keuntungan.

Kasian.

Mau nonton acara TV lokal berkualitas aja jadi kayak utopia buat rakyatnya sendiri…


*gue kesambet apa ya jadi ngoceh kayak gini*


Yasud, sekian ngalor ngidul nggak jelas gue… Kalau ada dari pendapat gue yang nggak sesuai dengan kenyataan di lapangan, mohon maaf dan harap maklum, soalnya gue pengamat gadungan doang, tapi beneran kangen bisa nonton sinetron Indonesia yang berkualitas. Sampai momen itu dateng, kayaknya gue tetep bakal pacaran sama koleksi DVD aja untuk sementara ini…


Mariiiii!

Advertisements

12 comments on “Because I Don’t Understand Politics, I Talk About This

  1. teppi
    July 19, 2010

    iya tep, gwe juga suka ngmg gitu ma temen gwe *curcol*
    knp klo di barat tu banyak banget variasi cerita, dr polisi (udah ga keitung ya), medic, pengacara, forensik (love bones!), konspirasi pemerintah (24), sampeee.. perawat di rs punnn ada serialnya (mercy)…

    di sini kyknya susa de..
    mo angkat ttg konspirasi pemerintah n polisi, ga mungkin punya kan?
    mo apapun pekerjaanya (dokter lah, pengusaha lah..) di sinetron kt mana pernah digali lb dalem.. paling cm disyut wkt senyum melambai ke pasien yg sembuh… ato memunculkan ide brilian pas rapat *ihbosen*

    haha.. kok jd panjang?

    serial asia (korea, jepang, taiwan) sbenernya jg ga gt byk variasi (paling cinta2an, terus kena kanker de) tp atleast plot ceritanya agak mending dibanding sinetron kite hehehehe..

    sekian menurut saya.. maap panjang bok. ikutan emsoy.
    mbuahhaha…

    *nyalain dvd*

    • unachicadecente
      July 20, 2010

      hahahhaa, this is exactly how I feel and think… thanks for sharing neng! *ngelanjutin ntn How I Met Your Mother*

  2. phiaphio
    July 20, 2010

    teppy, jadi si penulis skenarionya ngomong apa di timeline nya? *ingin tahu
    gw nonton syainetron indo cm awal2 episod doank, abis kesononya critanya mirip smua…(nonton jg kalo lg di rmh, hahaha)
    wauuww suka Grey’s Anatomy jg kah?? serial yg bikin mewek bombay noh…hahhaha

    • unachicadecente
      July 21, 2010

      cerita soal perintah gonta ganti skrip sesuka hati, artis yang manja, rese, dll… macem2 :p
      iya gue suka berat sama GA! πŸ˜€

  3. Rara
    July 20, 2010

    setuju ama phiaphio, kalo diliat-liat sinetron yang satu ama yang laen makin ke sini makin mirip semua jalan ceritanya. kaga ad avariasi. beda banget ama serial luar yang walo temanya sama, eritanay tetep aja bisa beda dan punya keunikan masing-masing
    *lanjut nonton hasil ngunduh

    • unachicadecente
      July 21, 2010

      setuju! di sini mah abis 10 episode. scenenya bakal penuh siksaan sama nangis2an -_-

  4. riantika
    July 30, 2010

    hidup Grey’s Anatomy, mba!!
    hihihihii πŸ˜€

  5. aMrazing
    August 12, 2010

    Whoa. Keren ih tulisannya. And here you leave me speechless, i really don’t know how to comment this, which i think is already a compliment πŸ™‚

    Soooo… mari kita berdoa (walau mungkin jauh panggang dari api…) bahwa suatu saat nanti ada tayangan sekern 24, Supernatural, Grey’s, How I Met Your Mother, Friends, Will and Grace, House atau apalah yang keren-keren.

    For this, you deserve a follow back. Welcoming you to my timeline, dear Teppy πŸ˜‰

    • unachicadecente
      August 13, 2010

      heeeeey! thank you paaaak! amin semoga nantinya sinetron indonesia bisa sekeren yang di luar. mungkin hal itu baru akan terjadi pada saat gue berhasil poliandri dengan Tom Hardy *mimpi level 1000*
      makasih yah udah main2 ke sini πŸ™‚

  6. Pingback: Tweets that mention Because I Don’t Understand Politics, I Talk About This Β« The Freaky Teppy -- Topsy.com

  7. dodo
    August 13, 2010

    Wew !!! Neng Teppy pasti makin rame nih blognya, soalnya post yg ini di RT sama penulis skenario sinetron yg followersnya hampir 2000 !!! Cieeee hihuuiiii !!!!

    Btw, ya bo. Gw juga ngarep sinetron Indonesa sistemnya per season yg bikin penasaran, bukannya digeber ampe bosen 😦

    • unachicadecente
      August 13, 2010

      hahahaha, amin booook. makasih ya do πŸ˜‰ yah gue juga ngarepnya gitu, apa daya yang dikejer profit doang @_@

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 19, 2010 by in Just A Thought, Ngoceh, Nyinyir, Silet.

Archives

Blog Stats

  • 2,387,198 hits

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7,292 other followers

Follow Teppy and Her Other Sides on WordPress.com

Follow me on Twitter

Instagram

Pertolongan pertama pada banyaknya deadline πŸ™ƒπŸ™ƒπŸ™ƒ #teppyscoffeeshoplist #coffeetime #coffeeshop Sisters through thick and thin. Literally, and figuratively 🀣 #since2004 Here's wishing you a good #Saturday :)
Great (and cute) #coffee by the way, @thewestinjakarta ❀

#teppyscoffeeshoplist #coffeetime #coffeecup From the 52nd. #jakarta #westin current alternate universe. #bali #travel missing the cliff, the sea, the beers, and the company. #bali #balian
%d bloggers like this: